Belajar Ilmu Ma'rifattullah I

Catatan ini disampaikan dengan menukil dari beberapa kitab Ilmu Ma'rifattullah yang banyak dipelajari oleh masyarakat Indonesia dan juga dari beberapa nara sumber yang tidak diragukan pemahaman dan kemampuan ilmunya namun dalam beberapa hal metode penyampaiannya telah dimodifikasi sedemikian rupa agar lebih mudah dipahami khususnya bagi umat yang belum pernah belajar Ilmu Ma'rifattullah.

ILMU MA'RIFATTULLAH adalah Ilmu KeTuhanan atau ilmu Tauhid biasa juga disebut Ilmu Keyakinan atau Ilmu kebatinan yang meng ESA kan TUHAN dapat membersihkan hati dan jiwa sehingga siapapun yang memahaminya pasti akan menjadikan JIWA nya  Tenang dan damai sehingga sangat layak dan wajib di pelajari oleh seluruh umat islam tanpa terkecuali.

Maksud dan tujuan catatan ini adalah:
  1. Untuk memberikan gambaran sederhana tentang ajaran AGAMA ISLAM yang diyakini banyak pihak adalah ajaran agama yang RAHMATAN LIL ALAMIN (Membawa rahmat bagi lingkungan sekitarnya) namun belakangan ajaran ISLAM ini dipertanyakan kembali karena banyaknya kasus - kasus Terorisme yang mengatasnamakan ISLAM yang jelas-jelas membawa bencana bagi lingkungan disekitarnya.
  2. Untuk memberikan gambaran bahwa Islam adalah agama yang damai dan penuh cinta kasih namun belakangan diragukan karena banyak terungkap kekejaman para majikan yang kesemuanya beragama ISLAM namun  menyiksa pembantunya sendiri tanpa belas kasih dan kejam.
  3. Untuk memberikan gambaran Bahwa sebenarnya ISLAM adalah satu dan bukan terdiri dari golongan-golongan yang kesemuanya mengaku paling benar.
Namun Saya menyarankan dan menghimbau:
  1. Bagi siapa saja yang membaca catatan ini agar tidak mempelajari lebih dalam secara otodidak (belajar sendiri) karena bisa mengakibatkan STRES TINGKAT TINGGI.
  2. Bagi golongan yang FANATIK bahwa segala sesuatu harus ada dalil-dalilnya baik dari alquran maupun Hadist sebaiknya tidak membaca catatan ini karena hampir semua uraian bersifat GHAIB atau tanpa dalil sehingga terkesan BID'AH (mengada-ngada) jika dipaksakan membaca hanya akan menimbulkan kebencian dan Fitnah.
  3. Bagi golongan yang ANTI  GOLONGAN  SUFI  dengan AJARAN TASYAUF nya sebaiknya tidak membaca catatan ini karena jika anti pada ajaran SUFI dengan TASYAUF nya berarti ANTI JUGA dengan ILMU MA'RIFATTULLAH yang menjadi pedoman hidup GOLONGAN SUFI.., dan dalam catatan ini yang di bahas adalah ILMU MA'RIFATTULLAH.
  4. Bagi golongan yang ANTI HIDUP bertoleransi atau ANTI HIDUP berdampingan dengan UMAT AGAMA LAIN sebaiknya tidak membaca catatan ini karena ILMU MA'RIFATTULLAH yang dibahas tidak mengenal perbedaan AGAMA dan mengajarkan cinta kasih pada sesama mahkluk TUHAN,jika dilanjutkan membaca catatan ini dijamin akan mengalami STRES TINGKAT TINGGI.
  5. Bagi golongan yang FANATIK PADA GOLONGANNYA SENDIRI atau golongan yang mengaku paling benar sebaiknya tidak membaca catatan ini karena akan berdampak semakin FANATIK sebagai golongan yang paling benar atau malah akan merasa KEBENARAN YANG DI YAKINI SELAMA INI hanya kulit-kulitnya saja dan sia-sia.
  6. Bagi yang sudah belajar dan memahami Ilmu Ma'rifattullah cukup catatan ini sebagai bahan perbandingan saja dan gak perlu repot-repot mendebat apapun alasannya.

Dasar dari catatan ini adalah menjelaskan metode gambar (Terlampir) tentang RAHASIA dan HIKMAH KALIMAT TAUHID ...LA ILAHAILALLAH  (Tidak ada Tuhan selain Allah) yang terdapat dalam Dua kalimat Syahadat, yaitu:

AKU BERSAKSI BAHWA TIDAK ADA TUHAN SELAIN ALLAH DAN AKU BERSAKSI BAHWA MUHAMMAD ADALAH UTUSAN ALLAH.

Sebagian umat islam menganggab 2 (Dua) kalimat syahadat tersebut diatas nampak biasa saja namun terasa istimewa disaat menjadi SYARAT UTAMA yang harus dibaca jika seseorang ingin masuk agama ISLAM...,bagi yang sudah beragama islam DUA KALIMAT SYAHADAT selalu di baca setiap saat menjalankan ritual sholat,acara pernikahan atau acara ritual ibadah lainnya jadi dalam kehidupan sehari hari DUA KALIMAT SYAHADAT  biasanya hanya dijadikan sebagai kelengkapan RITUAL Ibadah.

Saya banyak menemukan kitab - kitab yang membuka makna dan Hikmah dua kalimat syahadat tersebut yang bagi orang awam seperti saya sangat menarik sekaligus ANEH .......Aneh karena tidak ada dasar atau dalil pendukungnya dan menarik karena yang menyampaikan makna dan hikmah adalah Ulama-ulama besar yang terkenal bahkan semua AULIA/WALI memiliki kitab yang membahasnya.

Karena sifatnya yang RAHASIA dan terkesan SAKRAL maka tidak semua muslim mengetahui atau memahami makna yang sebenarnya padahal seharusnya semua muslim WAJIB MENGETAHUI DAN MEMAHAMINYA. 

Dalam Ilmu ma'rifattullah ..kalimat LA ILAHAILALLAH menjadi kunci pembukanya,dari sekian banyak metode pembukanya saya memilih metode yang sederhana sesuai dengan gambar terlampir,berikut penjelasannya: 

HAKEKAT MANUSIA dan NUR MUHAMMAD. 
الله
AF'AL
TUBUH..... Yaitu:  Tubuh yang dimaksud disini adalah tubuh manusia normal ataupun cacat sebagai mana yang kita  ketahui namun walaupun yang dimaksud adalah tubuh manusia para ahli ma'rifat menyebutnya BANGKAI MANUSIA  dan bangkai manusia ini memiliki RUH yang menjadikan tubuh manusia tersebut menjadi HIDUP. Pemahaman bahwa manusia adalah mahkluk yang sempurna adalah ketika TUBUH menyatu dengan RUH dan menjadikannya  HIDUP.

Pada Tubuh manusia inilah ditemukan banyak perbedaan antara manusia yang satu dengan manusia yang lain,seperti :
  1. Perbedaan warna Kulit,ada yang berkulit hitam,ada yang berkulit putih,atau berkulit warna lainnya.
  2. Perbedaan bentuk pisik,ada yang besar dan ada yang kecil karena proses adaptasi lingkungan tempat tinggal.
  3. Perbedaan Adat Istiadat atau kebiasaan karena faktor alam tempat tinggalnya,seperti jenis makanan yang dimakannya.
  4. Perbedaan suku bangsa sesuai dengan letak geografi tempat tinggalnya.
  5. Seiring kemajuan tehnologi ditemukan juga adanya perbedaan karena kelainan GEN atau HORMON pada tubuh manusia yang berakibat berbeda secara pisik dan mental seperti BENCONG atau WARIA atau bahkan IDIOT dan lain lain.
  6. Perbedaan intelek (kepintaran dan kecerdasan) merupakan perbedaan dari sebuah proses pertumbuhan manusia dari mulai anak-anak sampai dewasa yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan kebiasaan..., dari sinilah AJARAN AGAMA tertentu bisa masuk dan akan mempengaruhi segala adat kebiasaan serta budaya suatu kaum.
Dari semua perbedaan yang ada hanya ada satu kesamaan yang dimiliki oleh manusia yaitu memiliki NYAWA atau RUH yang berasal dari asal yang sama.

إله                        إلا
ASMA  ------   SIFAT
HAKEKAT MANUSIA, Yaitu: HAKEKAT MANUSIA adalah Yang sebenar-benarnya manusia ...,Para kyai dan juga para ahli ma'rifat serta para ulama sufi sepakat bahwa hakekat manusia adalah RUH. dan NUR MUHAMMAD pada diri manusia ada pada RUH.

Ruh ini memiliki banyak nama seperti, NYAWA, ARWAH, RUHUL KUDUS, JIWA, BATIN, SANUBARI, Dan lain-lain. Dalam beberapa ayat alquran manusia di panggil dengan sebutan "HAI JIWA YANG TENANG......."

Pemahaman "Barang siapa yang kenal dirinya maka dekatlah dia dengan TUHANNYA ada pada tahapan ini, yaitu:

HAKEKAT DIRI adalah  RUH ... dan RUH bagian dari NUR MUHAMMAD.. dan NUR MUHAMMAD bagian dari  TUHAN.................(Senjutnya pembahasan soal RUH ini akan di sampaikan pada catatan selanjutnya)

لا
DZAT
RAHASIA
NUR MUHAMMAD, Yaitu: Tempat yang tidak bertempat atau kososng lalu ada yang pertama kali diciptakan yaitu NUR MUHAMMAD yang meliputi segala sesuatu.

Hadis: 
Sahabat bertanya :  Ya Rasulullah,apa yang pertama kali diciptakan ketika segala sesuatu belum ada ?
Rasulullah menjawab: yang pertama kali ada adalah NUR nabimu yaitu NUR MUHAMMAD
(Bukhari)

Nur Muhammad inilah yang selanjutnya dikatakan dan diyakini sebagai bagian dari TUHAN YME ,banyak ibarat atau kiasan tentang hal ini,misalnya  :

1.  Dari DATUK SANGGUL dalam kitab BARENCONG  di syair SARABA EMPAT ( Serba Empat ) :

NUR MUHAMMAD Bermula nyata
Asal jadi alam semesta
Seumpama Api dengan panasnya
itulah  MUHAMMAD DENGAN TUHANNYA.

2.  Dari para Ahli Ma'rifat  :

Ibarat TUHAN  itu air di laut yang tenang
maka MUHAMMAD adalah Ombaknya
dan BUIH dari Ombak adalah alam semestanya.

Ibarat TUHAN itu Kapas
maka MUHAMMAD adalah KAINNYA
Dan PAKAIAN dari KAIN adalah Alam semestanya

Dari sekian banyak kiasan yang paling indah menurut saya adalah :

NUR MUHAMMAD adalah bagian dari TUHAN dan NUR MUHAMMAD  ibarat sebuah TITIK dan TITIK ini ada dimana saja dan meliputi apa saja,contoh  :
  1. Jika  menulis angka- angka ( 1,2,3,4,5,6,7,8,9,0 ) pasti diawali dan diakhiri oleh sebuah TITIK.
  2. Jika Menulis hurup apa saja ( a,b,c,d,e,f,g, dst....) pasti diawali dan diakhiri oleh sebuah TITIK.
  3. Jika Menggambar apa saja ( Bulat,persegi,segitiga,dan lain - lain ) pasti diawali dan diakhiri oleh sebuah TITIK.
Jadi angka - angka ( 1,2,3,4,5...dst ),hurup-hurup ( a,b,c,d, dst...) dan gambar-gambar adalah :
  • Ibarat Mahkluk yaitu : ....Hewan dan tumbuhan yang terdiri dari berbagaimacam spesiesnya dan juga ibarat MANUSIA YANG TERDIRI DARI BERBAGAI MACAM RAS DAN SUKUnya juga termasuk JIN.
  • Ibarat seluruh benda- benda dengan segala bentuk dan sifatnya ( Tanah, air, udara, api, dll )
Dari uraian tersebut diatas maka diharapkan semua umat muslim bisa memahami bahwa Manusia yang berbeda RAS,SUKU,ADAT dan AGAMA sebenarnya sama dan berasal dari satu yang sama yaitu NUR MUHAMMAD dan NUR MUHAMMAD adalah bagian dari TUHAN.

read more

Belajar Tasawuf Cinta

Bukan rahasia umum lagi kalo TASAWWUF mendapat gelar " kehormatan " sebagai ajaran yang SESAT dan MENYESATKAN..., padahal TASAWWUF itu adalah sebuah metode untuk mempermudah pemahaman agama islam dan bukan " ajaran baru yang bertentangan dengan syareat islam.Sebagai gambaran berikut ini disampaikan beberapa hal pokok yang di pelajari dalam majelis TASAWWUF, semoga bermamfaat dan gak malah bikin mumet,muyek,puyeng dan sumpek......heheheh

PEMAHAMAN TENTANG ISLAM DAN SYAHADAT
Allah swt berfirman:       
“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah sebenar-benarnya Taqwa kepadaNYA, dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam “. (Alquran Surat Ali Imran 102)
Beriman artinya PERCAYA dan orang yang beriman itu tidak harus beragama Islam tapi bisa siapa saja dan beragama apa saja, dan berdasarkan  Firman Allah swt tersebut maka ada kewajiban bagi orang yang beriman (Percaya) itu,  yaitu:

1. MENJADI ORANG YANG BERTAQWA SEBENAR-BENARNYA TAQWA KEPADA ALLAH SWT

Untuk bisa menjadi orang yang sebenar-benarnya Taqwa kepada Allah swt maka harus tahu ilmunya dan dengan ilmu itu keimanan menjadi semakin kuat dan tak tergoyahkan atau disebut TAQWA dan ilmu yang di maksud adalah ILMU SYAREAT, ILMU TAREKAT , ILMU HAKEKAT dan ILMU MA’RIFATTULLAH.

Jadi Taqwa sebenar-benarnya taqwa hanya bisa di capai melalui pemahaman dan pengamalan ke 4 tingkatan Ilmu tersebut.

2. MENJADI ORANG YANG BERAGAMA ISLAM.

Sebelum BERAGAMA ISLAM harus tahu terlebih dahulu apa yang disebut AGAMA ISLAM atau apa yang dimaksud dengan ISLAM?
Uraian tersebut diatas adalah salah satu contoh pemahaman yang mendasar dalam TASAWWUF yang menekankan pada setiap orang untuk paham terlebih dahulu ILMUNYA sebelum melakukan suatu perbuatan baik dalam beramal ibadah maupun  dalam ucapan dan perbuatan.

Berikut sekilas pemahaman TASAWWUF tentang ISLAM atau AGAMA ISLAM, yaitu  :

ISLAM dalam arti syareat atau arti secara UMUM adalah; Bersaksi  atau mengucapkan kalimat Syahadat, mendirikan sholat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi haji jika mampu,

Sebagaimana yang disampaikan oleh Rasulullah Saw:
Dari Umar radhiallahuanhu berkata: “Suatu hari Ketika kami duduk-duduk disisi Rasulullah Saw  tiba-tiba datanglah seorang laki-laki yang mengenakan baju yang sangat putih dan berambut sangat hitam, tidak tampak padanya bekas-bekas perjalanan jauh dan tidak ada seorangpun diantara kami yang mengenalnya,  Hingga kemudian dia duduk dihadapan Rasulullah Saw lalu menempelkan kedua lututnya kepada  lutut Rasulullah Saw seraya berkata:

 “Ya Muhammad, beritahukan aku tentang Islam ?”

Maka bersabdalah Rasulullah Saw: “ISLAM adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada Ilah (Tuhan yang disembah) selain Allah, dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah, engkau mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi haji jika mampu“,  (Hadist Riwayat Muslim) (hadist ini masih ada lanjutannya tentang Iman,Ihsan dan tanda – tanda ,Hari kiamat)

Berdasarkan hadist tersebut maka siapa saja yang Bersaksi  atau mengucapkan kalimat Syahadat, mendirikan sholat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi haji jika mampu, disebut MUSLIM yaitu Orang yang telah beragama Islam.

Sedangkan ISLAM dalam arti HAKEKAT adalah BERSERAH DIRI PADA TUHAN YANG MAHA ESA , yang terdiri dari 2 golongan , yaitu ;

1.    GOLONGAN ISLAM BUKAN UMAT NABI MUHAMMAD SAW,
yaitu : Siapa saja yang berserah diri kepada TUHAN YANG MAHA ESA yang terdiri dari  :
  • Siapa saja yang Tidak beragama Islam atau NON MUSLIM.
  • Siapa saja yang beragama Islam tetapi tidak  menjalankan Hukum dalam agama Islam.
2.  GOLONGAN ISLAM UMAT NABI MUHAMMAD SAW, 
yaitu: Siapa saja yang telah berserah diri kepada TUHAN YANG MAHA ESA, bersaksi atau mengucapkan kalimat Syahadat, mendirikan sholat,menunaikan Zakat, Puasa Ramadhan dan pergi Haji jika mampu.

Dalam pemahaman TASAWWUF yang dimaksud BERSERAH DIRI PADA TUHAN YANG MAHA ESA  sama dengan BERSERAH DIRI PADA ALLAH SWT karena ALLAH SWT tiada lain adalah TUHAN YANG MAHA ESA sebagaimana firman Allah Swt dalam Alquran surat Ibrahim 59  :
“(Al Quran) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka di beri peringatan dengan NYA, dan supaya mereka mengetahui bahwasannya DIA adalah TUHAN YANG MAHA ESA dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran

Jadi berdasarkan uraian tersebut di atas maka sangat jelas perbedaan arti ISLAM secara SYAREAT atau secara UMUM dengan arti ISLAM dalam pemahaman TASAWWUF yang berpedoman pada arti HAKEKAT.

Untuk memudahkan pemahaman tentang ISLAM maka dalam Metode Tasawwuf HAKEKAT ISLAM di uraikan huruf demi huruf dari kata ISLAM yang terdiri dari  :
  • Huruf  ALIF yang melambangakan Pengakuan akan ke esaan Allah swt,
  • Huruf SYIN sebagai panggilan  Nabi Muhammad Saw  sebagai penyampai kabar gembira adanya Al Quran dan As Sunnah.
  • Huruf LAM ALIF melambangkan kalimat tauhid  LAA ILLAHA ILALLAH  yang menjadi kalimat SYAHADAT yang pertama.
  • Huruf MIM melambangkan kalimat MUHAMMADARRASULULLAH yang menjadi kalimat SYAHADAT yang kedua.
Dari penjelasan ini maka akan Nampak jelas yang disebut sebagai GOLONGAN ISLAM UMAT NABI MUHAMMAD SAW, dan setelah memahami arti ISLAM tersebut maka seseorang di sebut telah BERIMAN atau PERCAYA yang selanjutnya masuk kedalam agama islam Umat Nabi Muhammad Saw.

Sebagai syarat sah nya seseorang telah beragama islam adalah dengan bersaksi atau mengucapkan kalimat SYAHADAT yaitu: “AKU BERSAKSI BAHWA TIDAK ADA TUHAN SELAIN ALLAH DAN AKU BERSAKSI BAHWA MUHAMMAD UTUSAN ALLAH

Kalimat Syahadat berada pada urutan pertama dalam RUKUN ISLAM dan dari kalimat  SYAHADAT ini TAQWA SEBENAR-BENARNYA TAQWA dapat di capai dengan memahami dan mengamalkan HIKMAH YANG TERDAPAT DALAM KALIMAT SYAHADAT tersebut.

Karena adanya perbedaan pemahaman tentang HIKMAH YANG TERDAPAT DALAM KALIMAT SYAHADAT inilah akhirnya melahirkan tuduhan-tuduhan atau bahkan fitnah bahwa AJARAN Dalam TASAWWUF adalah SESAT dan MENYESATKAN karena daianggab tidak memiliki dalil-dalil yang sahih dari Al Quran dan AS Sunnah atau BID’AH (MENGADA-NGADA), sehingga tidak dapat diterima oleh semua umat islam.

Dalam pemahaman SYAREAT atau pemahaman yang UMUM seseorang telah masuk dalam Agama islam jika sudah mengucapkan kalimat SYAHADAT tak peduli apakah orang tersebut mengerti atau tidak dengan makna KALIMAT SYAHADAT yang diucapkannya namun berbeda dalam pemahaman TASAWWUF karena seseorang yang mengucapkan KALIMAT SYAHADAT harus paham makna kalimat tersebut yang diantaranya adalah HAK DAN KEWAJIBAN UMAT UNTUK MENGENAL ALLAH SWT SEBAGAI TUHANNYA sesuai Sabda Rasulullah saw  ;
 
AWALLUDDIN MA’RIFATTULLAH yang artinya AWAL BERAGAMA MENGENAL ALLAH

Dan oleh karena itu dalam pemahaman TASAWWUF orang yang beragama Islam terbagi menjadi 2 golongan yaitu  ;
1.  ISLAM INDALLAH, yaitu:         
Mereka yang Masuk di dalam Islam secara keseluruhan dengan memahami dan mengamalkan ILMU SYAREAT, ILMU TAREKAT, ILMU HAKEKAT dan benar-benar mengerti akan Allah dengan didasari ILMU MA’RIFATTULLAH, sehingga mereka dikatakan Islam di sisi Allah.
Surat Al Baqarah 208  :
" Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu kedalam islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan, sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.

2.  ISLAM INDANNAS, yaitu :
  • Mereka yang semenjak terlahir kedunia ini sudah di dalam keadaan beragama Islam karena Nenek Moyangnya, Datuknya, Kakek  Neneknya, Mama Bapaknya semua beragama Islam Padahal tidak mengerti dan mengenal akan Allah Swt. Mereka ini dikatakan Islam di sisi Manusia (Islam Keturunan).
  • Seseorang yang sebelumnya beragama lain atau belum beragama kemudian masuk kedalam  agama islam atau biasa disebut MU’ALAF.
Dalam TASAWWUF, Umat islam yang telah mengenal Allah swt sebagai Tuhannya disebut sebagai umat islam INDALLAH ( Islam Disisi Allah ) dan Untuk mencapai posisi sebagai seseorang yang beragama Islam INDALLAH maka harus ada bekal Ilmu yaitu Ilmu Ma’rifattullah.

Jadi  dalam TASAWWUF menegaskan bahwa setelah seseorang masuk dalam AGAMA ISLAM maka selanjutnya adalah MENGENAL ALLAH SWT terlebih dahulu  baru kemudian mendirikan Rukun Islam yang selanjutnya yaitu SHOLAT,PUASA DI BULAN RAMADHAN ,MENUNAIKAN ZAKAT,DAN NAIK HAJI JIKA MAMPU serta melaksanakan ibadah sunnah lainnya dengan landasan TAUHID yang telah di tentukan dalam Syareat Islam .

Hak dan kewajiban umat islam agar MENGENAL ALLAH SWT terlebih dahulu inilah yang menjadi POLEMIK atau akar MASALAH UTAMA sehingga TASAWWUF mendapat gelar “ KEHORMATAN “ sebagai AJARAN YANG SESAT dan  MENYESATKAN apalagi didalamnya ada orang – orang yang mendalaminya lebih dalam lagi yang disebut SUFI.

Dalam pemahaman yang umum TAUHID dalam ibadah adalah yang utama sebagaimana Firman Allah swt dalam Al Quran surat Al An-Am 162 :
" Katakanlah Sesungguhnya SHOLATKU ,IBADAHKU,HIDUP DAN MATIKU hanyalah untuk ALLAH ,TUHAN semesta Alam "

Dalam TASAWWUF, TAUHID harus berlandaskan ILMU MENGENAL ALLAH SWT agar tahu ALLAH yang menjadi TUJUAN karena ada istilah ALLAH sebagai sebuah Nama, Allah sebagai sebuah Hiasan dinding bahkan Allah sebagai nama salah satu berhala di jaman Jahiliyah, jadi dalam TASAWWUF dikenal istilah ILMU MA’RIFATTULLAH UNTUK MENYEMPURNAKAN TAUHID.

Kewajiban MENGENAL ALLAH SWT terlebih dahulu agar amal ibadah tidak menjadi sia-sia sebagaimana hadist Rasulullah saw  :

Sahabat bertanya kepada Rasulullah Saw  :
“ Ya Rasulullah…..Amalan apakah yang lebih utama ?  “
Raslullah Saw menjawab:  “ Ilmu mengeal Allah ‘ Azza wa jalla…”
Sahabat bertanya kembali: “ Amalan Apa yang Baginda Kehendaki ?
Rasulullah Saw menjawab: “ Ilmu mengenal ALLAH yang bertasbih kepadaNYA segala sesuatu
Sahabat berkata lag : “ Kami menanyakan tentang amal tetapi Baginda menjawab tentang ilmu  “
Maka Rasulullah Saw  menjawab:
“ Bahwasannya sedikit amal adalah bermamfaat bila disertai dengan ilmu mengenal Allah dan bahwasannya banyaknya amal tidaklah bermamfaat bila tidak disertai ilmu mengenal Allah  “
( HR.Ibnu Birr dari Anas R.a )

Kewajiban MENGENAL ALLAH SWT terlebih dahulu agar amal ibadah tidak menjadi SYIRIK sebagaimana hadist qudsi dari Ali bin Abi Thalib r.a: Rasulullah Saw,bersabda:  Allah Swt berfirman: “Barang siapa berharap kepada selain AKU berarti tidak mengenalKU, barang siapa tidak menegenal-KU berarti tidak mengabdi kepada KU,barang siapa tidak mengabdi kepada KU maka berarti menjadi wajiblah kemurkaanKU,barang siapa takut kepada selain KU,halal baginya pembalasanKU“

Ali bin Abi Thalib ra. : Rasulullah saw bersabda: Allah swt berfirman :
“Barangsiapa berharap kepada selain-Ku,berarti dia tidak mengenal-Ku,barang siapa  tidak mengenal Ku, berarti tidak mengabdi kepada-Ku,Barangsiapa tidak mengabdi kepada-Ku, berarti telah melukai-Ku. Karena itu, dia yang Mengagungkan selain-Ku sebenarnya telah melukai dirinya sendiri.”

Berdasarkan kedua hadist Qudsi tersebut maka sangat jelas bahwa “ barang siapa  tidak MENGENAL ALLAH SWT , berarti TIDAK MENGABDI  kepada ALLAH SWT “ alias SYIRIK dalam beribadah.

Dan untuk MENGENAL Allah swt maka pintu masuknya melalui pemahaman KALIMAT TAUHID  LAA ILLAHA ILALLAH  dan KALIMAT ALLAH yang ada pada kalimat SYAHADAT.

Adapun Hikmah yang terdapat dalam kalimat SYAHADAT adalah  :

Makna Yang tersimpan dalam kalimat Tauhid  LA ILLAHA ILALLAH, yaitu  :
  • Pemahaman tentang NUR MUHAMMAD DAN HAKEKAT NUR MUHAMMAD yang menjadi Rahasia bagi manusia.
  • Pemahaman tentang HAKEKAT MANUSIA atau MENGENAL DIRI.
  • Pemahaman tentang SIAPA YANG BERSAKSI, APA YANG DISAKSIKAN dan APA BUKTI DARI KEBENARAN ADANYA YANG DISAKSIKAN.
  • Pemahaman  tentang Diri sebenar-benarnya Diri.
  • Pemahaman tentang 4 TINGKATAN ILMU DALAM ISLAM
  • Pemahaman tentang 4 TINGKATAN KEYAKINAN.
  • Pemahaman tentang 4 PINTU GERBANG ALAM.
Dasar pemahamannya dari sebuah hadist dari Ibnu Abbas RA bahwa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda :
“Demi yang diriku ditangannya (kekuasaannya), jika sekiranya  langit dan bumi beserta isinya dan  apa-apa yang ada di antaranya dan apa-apa yang ada di bawahnya diletakkan disatu tempat pada  timbangan  dan kalimah La Ilaha Illallah disebelah yang lainnya, maka tempat  kalimah (La Ilaha Illallah) itulah yang lebih berat”. (Riwayat Al-Imam At-Thabrani)

Adanya pemahaman KALIMAT ALLAH yang ada di dalam kalimat tauhid LA ILLAHA ILALLAH, yaitu  :
  • Pemahaman Allah swt Tajalli ( Menyatu ) pada Muhammad Rasulullah Saw.
  • Pemahaman Allah swt meliputi dan ada pada diri tiap manusia melalui Hakekat Nur Muhammad.
  • Pemahaman Allah swt meliputi dan ada didalam segala sssuatu dialam semesta.
  • Pemahaman HAKEKAT SYAITAN.
Dasar pemahamannya adalah Firman Allah swt dalam Alquran surat Luqman 27  :
“Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut menjadi tinta .ditambahkan kepadanya tujuh laut lagi sesudah keringnya,niscaya tidak akan habis –habisnya dituliskan KALIMAT ALLAH ,sesungguhnya Allah maha perkasa lagi maha bijaksana‘

Pemahaman makna atau Hikmah kalimat SYAHADAT ini menjadi KUNCI PEMBUKA PEMAHAMAN DASAR ILMU MA’RIFATTULLAH ( BACA SELENGKAPNYA DI KITAB TEBERUBUT / KUNCI PEMBUKA DAN RAHASIA ILMU MA’RIFATTULLLAH )

Setelah memahami uraian Hikmah atau makna kalimat SYAHADAT tersebut maka seseorang yang beriman akan menjadi TAQWA yang SEBENAR-BENARNYA TAQWA karena didasari oleh Ilmu yang baik dan benar sebagaimana yang diinginkan oleh Allah swt sebagaimana yang di isyaratkan dalam Alquran surat Ali Imran 102: ‘Hai Orang-orang yang beriman,bertaqwalah kepada Allah sebenar-benarnya Taqwa kepadaNYA, dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam

read more

Ilmu Nur Muhammad

Pemahaman MENGENAL DAN BERTEMU ALLAH SWT SECARA TEORI ILMU dimulai dari pemahaman adanya DZAT MAHA MUTLAK ALLAH yang menjadi NUR MUHAMMAD sebagai dasar pemahaman untuk bisa Memahami,Mengenal,melihat dan Meyakini serta bisa menjelaskan bahwa DZAT MAHA MUTLAK ALLAH meliputi dan ada didalam segala sesuatu di alam semesta ini, 

Dalam TASAWWUF metode pengenalan ALLAH SWT YANG MELIPUTI, DAN ADA DIDALAM SEGALA SESUATU DI ALAM SEMESTA ini melalui pemahaman HAKEKAT NUR MUHAMMAD  namun tidak semua umat islam dapat menerimanya terutama umat islam yang FANATIK PADA HANYA YANG TERTULIS DALAM ALQURAN DAN AS SUNNAH saja atau golongan ANTI TASAWWUF……….

Pertentangan terjadi karena adanya perbedaan pemahaman tentang MAHKLUK PERTAMA yang di ciptakan oleh Allah swt, yaitu :

Pertama, Golongan TASAWWUF menyatakan bahwa NUR MUHAMMAD adalah mahkluk pertama yang di ciptakan oleh Allah swt yang menjadi RUH bagi sekalian Alam semesta dengan dalil Hadist  :
Hadist di dalam kitab "Kashf al- Al-Khafa'wa Muzil al-Ilbas 'Amman Ishtahara min al- Ahadith 'Ala Alsinatin- Nas',  Oleh Al-'Aljuni (men.1162 Hijrah)  Rasulullah Saw :
"Yang pertama dijadikan Allah ialah nur Nabi engkaumwahai Jabir". Diriwayatkan oleh 'Abd al-Razzaq dengan sanadnya dari Jabir bin 'Abd Allah dengan lafaz: Katanya: Aku berkata: Wahai Rasulullah,Kedua orang tua hamba menjadi tebusan, beritahu kepada hamba tentang perkara terawal yang dijadikan Allah sebelum segala sesuatu. Jawab Baginda: Wahai jabir, sesungguhnya Allah jadikan sebelum segala sesuatu nur Nabi engkau dari Nur-Nya.

Hadist :
Diriwayatkan dari Abdurrazaq ra yang diterimanya dari Jabir ra, bahwa Jabir pernah bertanya kepada Rasulullah saw, "Ya Rasulullah, beritahukanlah kepadaku, apakah yang mula-mula sekali Allah jadikan? Rasulullah menjawab: "Sesungguhnya Allah ciptakan sebelum adanya sesuatu adalah nur Nabimu dari Nur-Nya."

Hadist ini oleh mereka yang ANTI TASAWWUF di nyatakan sebagai HADIST PALSU atau HADIST DHOIF sehingga tidak dapat di jadikan sebagai pedoman.

Kedua, Golongan ANTI TASAWWUF menyatakan bahwa PENA adalah adalah mahkluk pertama yang di ciptakan oleh Allah swt dengan dasar hadist, yaitu :
”Sesungguhnya yang pertama Allah ciptakan adalah pena. Kemudian Allah berfirman padanya : ‘Tulislah!’ Pena bertanya : ‘ Apa yang aku tulis wahai Tuhanku ? ’
Allah menyatakan : Tulislah taqdir segala sesuatu sampai hari kiamat ” (H.R Abu Dawud, atTirmidzi, dan Ahmad dari Ubadah bin As-Shoomit).


Hadist ini dibenarkan oleh Golongan TASAWWUF  walaupun ada juga yang menyatakan sebagai HADIST DHOIF atau bahkan PALSU namun penciptaan PENA bukan sebagai Penciptaan PERMULAAN TERCIPTANYA ALAM  SEMESTA tetapi sebagai PENCIPTAAN PERMULAAN TERCIPTANYA QALAM …

Berdasarkan perbedaan inilah maka Golongan ANTI TASAWWUF yang menyatakan bahwa PENA adalah mahkluk pertama yang di ciptakan oleh Allah swt MENYATAKAN BAHWA NUR MUHAMMAD ADALAH KONSEP BID’AH dan BID’AH ADALAH SESAT….Padahal Mustahil bisa mengeal diri dan juga bisa mengenal Allah swt yang meliputi dan ada di dalam segala sesuatu di alam semesta ini tanpa adanya pemahaman tentang Nur Muhammad.

Lalu mana yang benar, Nur Muhammad terlebih dahulu atau pena terlebih dahulu yang di ciptakan oleh Allah swt ?
Jawabannya sudah pasti NUR MUHAMMAD TERLEBIH DAHULU SEBAGAI AWAL PENCIPTAAN ALAM SEMESTA…….

Berikut penjelasannya…:

Pemahaman tentang Nur Muhammad disampaikan oleh para ULAMA BILLAH dengan dasar firman Allah swt dalam surat Al Maidah 15, yaitu  :
“………Sesungguhnya telah datang kepadamu CAHAYA DARI ALLAH dan KITAB yang menerangkan “

Kalimat “ Sesungguhnya telah datang kepadamu CAHAYA DARI ALLAH “ di tafsirkan oleh sebagian para ulama adalah NABI MUHAMMAD SAW  namun ULAMA BILLAH menafsirkannya sebagai NUR MUHAMMAD sebagai PERMULAAN TERCIPTANYA ALAM  SEMESTA. ( BACA PROSES TERJADINYA NUR MUHAMMAD DI KITAB TEBERUBUT )

Sedangkan kata  KITAB di tafsirkan oleh sebagian para ulama adalah AL QURAN namun para ULAMA BILLAH  menafsirkannya sebagai PENA  ………Surat Almaidah 16  :
“ Dengan KITAB itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredaanNYA ke jalan keselamatan, dan dengan KITAB itu pula ) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seijinnya, dan menunjuki mereka kejalan yang lurus…”

Para Ulama Billah menafsirkan sebagai PENA karena logikanya Sebuah KITAB tentulah ada wujudnya yaitu TERTULIS dan yang menulis inilah yang di sebut PENA ……….jadi ada PENA baru kemudian KITAB dan KITAB yang di maksud adalah ALQURAN yang pada hakekatnya adalah QALAM ALLAH…….maka benarlah bahwa PENA ADALAH PERMULAAN TERCIPTANYA QALAM ……

ULAMA BILLAH adalah ulama yang di “ REKOMENDASIKAN “ oleh Rasulullah saw untuk menyampaikan Ilmu yang di ibaratkan sebagai “ PERMATA YANG TERPENDAM “ dimana pemahaman tentang NUR MUHAMMAD adalah salah satu ilmu yang diibaratkan sebagai  “ PERMATA YANG TERPENDAM “  Sebagaimana yang di isyaratkan oleh Rasulullah Saw  :

” Sesungguhnya ada sebagian ilmu yang diibaratkan permata yang terpendam,tidak dapat mengetahuinya kecuali Ulama Billah, Apabila mereka mengungkapkan ilmu tersebut maka tidak seorangpun yang membantahnya kecuali orang – orang yang tidak paham tentang Allah “   (Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi RA)

Berdasarkan uraian singkat ini diharapkan umat islam tidak lagi berpolemik debat konyol tentang kebenaran adanya NUR MUHAMMAD karena sudah jelas bahwa NUR MUHAMMAD adalah konsep yang di sampaikan oleh Allah swt melalui Firmannya yang penjabarannya di sampaikan oleh para Ulama Billah…..dan bukan KONSEP BID’AH yang di tuduhkan oleh mereka yang anti TASAWWUF……

Tanpa adanya pemahaman tentang NUR MUHAMMAD maka sudah pasti tidak bisa memahami HAKEKAT MANUSIA, MENGENAL DIRI SEBENAR - BENARNYA DIRI apalagi MENGENAL ALLAH SWT..........

LALU FIRMAN ALLAH SWT YANG MANA LAGI YANG ENGKAU DUSTAKAN...…?

read more

Ilmu Allah Tak Terhingga

Menuntut ilmu adalah hak dan kewajiban bagi setiap muslim sebagaimana yang disampaikan Rasulullah Saw :
  • Tuntutlah ilmu, sesungguhnya menuntut ilmu adalah pendekatan diri kepada Allah Azza wajalla, dan mengajarkannya kepada orang yang tidak mengetahuinya adalah sodaqoh. Sesungguhnya ilmu pengetahuan menempatkan orangnya, dalam kedudukan terhormat dan mulia (tinggi). Ilmu pengetahuan adalah keindahan bagi ahlinya di dunia dan di akhirat. (HR. Ar-Rabii')
  • Menuntut ilmu wajib atas tiap muslim (baik muslimin maupun muslim ). (HR. Ibnu Majah)
  • Kelebihan seorang alim (Berilmu) terhadap seorang 'abid (ahli ibadah) ibarat bulan purnama terhadap seluruh bintang. (HR. Abu Dawud )
Jika menyimak dari Hadis–hadis tersebut diatas maka telah menjadi hak dan kewajiban bagi semua muslim untuk menuntut Ilmu karena Keutamaan Ilmu itu yang akan menjadi jalan atau jembatan menuju kepada Allah Swt. Dengan Ilmu, kesempurnaan dalam amal ibadah dapat tercapai sebagaimana sempurnanya dalam Wudhu, Sholat, Puasa,Naik Haji, dsb.

Beribadah tanpa mengetahui ilmunya sama halnya dengan anak kecil yang mengerjakan ibadah sholat yang tidak mengerti  untuk apa ia beribadah kecuali hanya karena disuruh orang tuanya atau karena ikut-ikutan teman sebayanya. Sebaik-baik Ilmu adalah ilmu Ma’rifatullah atau ilmu Mengenal kepada Allah karena menjadi landasan utama dalam beragama seperti yang disampaikan oleh Rasulullah Saw  :
“Awaluddin Ma’rifatullah yang artinya Awal  beragama adalah  mengenal  Allah “.

Jadi apabila seseorang beramal ibadah, tetapi tidak mengetahui atau mengenal Allah Swt maka sia-sia karena mereka belum dikatakan Beragama Islam  walaupun dari sisi Jahirnya ia termasuk beragama Islam sebagaimana yang diisyaratkan dalam sebuah hadist Qudsi  :

Dari Ali bin Abi Thalib Kwh  : Rasulullah Saw,bersabda : “ Berfirman Allah Ta’Ala  “  :
“Barang siapa berharap kepada selain AKU berarti tidak mengenalKU,barang siapa tidak menegenal-KU berarti tidak mengabdi kepada KU,barang siapa tidak mengabdi kepada KU maka berarti menjadi wajiblah kemurkaanKU,barang siapa takut kepada selain KU,halal baginya pembalasanKU  “


Ali bin Abi Thalib ra. menyampaikan sebuah hadits qudsi yang diperoleh oleh Baginda Rasulullah Muhammad saw.,Allah swt berfirman  :
“Barangsiapa berharap kepada selain-Ku,berarti dia tidak mengenal-Ku,barang siapa  tidak mengenal Ku, berarti tidak mengabdi kepada-Ku,Barangsiapa tidak mengabdi kepada-Ku, berarti telah melukai-Ku. Karena itu, dia yang Mengagungkan selain-Ku sebenarnya telah melukai dirinya sendiri.”

Ibadah adalah salah satu bentuk PENGABDIAN KEPADA  ALLAH SWT dan Berdasarkan Hadist tersebut diatas menjadi sangat jelas bahwa barang siapa yang tidak mengenal Allah swt  berarti tidak Mengabdi (Beribadah) kepada Allah Swt alias SYIRIK.

KUNCI PEMBUKA Ilmu MA”RIFATTULLAH yang disampaikan dalam KITAB TEBERUBUT ini adalah DASAR-DASAR PEMAHAMAN ILMU MA’RIFATTULLAH dengan METODE GAMBAR dan BEBERAPA PEMAHAMAN MENDALAM yang dirangkum dan dikaji berdasarkan hasil PEMBELAJARAN dan juga dari perjalanan SPIRITUAL beberapa Guru yang menyampaikan Ilmu Ma'rifattullah yang nasab ilmunya serta  pemahaman dan kemampuan ilmunya tidak diragukan.

Nara sumber juga berasal dari banyak orang dengan berbagai latar belakang status sosial dan semoga dari uraian ini bisa menambah wawasan ilmu ,namun dalam beberapa hal metode penyampaiannya telah disederhanakan sedemikian rupa agar lebih mudah dipahami khususnya bagi umat yang belum pernah belajar Ilmu Ma'rifattullah, jadi metode penyampaian yang ada di KITAB TEBERUBUT ini masih ASLI tidak ada di KITAB MANAPUN yang membahas tentang Ilmu Ma’rifattullah.

Maksud dan tujuan Metode penyampaian yang ada dalam  KITAB TEBERUBUT  ini adalah  :

Pertama, Untuk memberikan gambaran sederhana tentang kebenaran METODE TASAWWUF yang selama ini seakan telah menjadi sebuah ALIRAN YANG SESAT DAN MENYESATKAN bahkan menjadi bahan  olokan yang dilakukan oleh sesama umat islam.

 Firman Allah swt Al HUJURAT 12 :
"Hai orang-orang beriman jauhilah kebanyakan dari prasangka,sesungguhnya sebagian dari prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain,sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati ?
maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya dan bertaqwalah kepada Allah ,sesungguhnya Allah maha penerima taubat lagi maha penyayang.."

firman allah swt AL HUJURAT 11 :
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olokkan) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokkan) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil - memanggil dengan gelar yang buruk. seburuk-buruknya panggilan ialah panggilan yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat maka mereka itulah orang - orang yang zalim...."

Kedua, Untuk memberikan gambaran sederhana tentang ILMU MA’RIFATTULLAH yang oleh sebagian orang dianggab sebagai ilmu yang tinggi dan “ Keramat “ serta secara keseluruhan bersifat RAHASIA dan DIRAHASIAKAN,padahal ILMU MA’RIFATTULLAH di pahami dengan 3 cara,yaitu ;
  1. Pemahaman Dasar, yaitu: Pemahaman yang wajib disampaikan dan diketahui oleh seluruh umat islam tanpa terkecuali yang sesuai dengan Sabda Rasulullah Saw:  “AWALLDDIN MA’RIFATTULLAH atau AWAL BERAGAMA MENGENAL ALLAH “.
  2. Pemahaman yang mendalam, yaitu: pemahaman yang hanya di sampaikan kepada yang berhak saja serta tidak disampaikan secara terbuka kepada khalayak umum.
  3. Pemahaman yang RAHASIA dan DIRAHASIAKAN, yaitu: Pemahaman yang tidak selayaknya disampaikan  kepada siapapun kecuali hanya untuk diri sendiri karena ilmunya antara diri dan Allah swt semata.
Ketiga, Untuk memberikan kemudahan bagi umat islam yang ingin mengetahui dan belajar pemahaman dasar ilmu Ma’rifattullah melalui Kitab atau buku yang dapat di pelajari oleh siapa saja mulai dari usia dini sebelum menemukan GURU yang sesuai dengan keinginan hati.

Rasulullah Saw  :
Wahai Aba Dzar, kamu pergi mengajarkan ayat dari Kitabullah lebih baik bagimu daripada shalat (sunnah) seratus rakaat, dan pergi mengajarkan satu bab ilmu pengetahuan baik dilaksanakan atau tidak, itu lebih baik daripada shalat seribu raka'at. (HR. Ibnu Majah)

KITABULLAH (Al Quran) dipelajari atau diajarkan melalui AS SUNNAH Rasulullah Saw dan dari KITABULLAH dan AS SUNNAH tersebut didapatkan Ilmu Pengetahuan yang diantaranya adalah Ilmu kebatinan yang dalam islam disebut Ilmu Ma’rifattullah yang selanjutnya oleh para ULAMA BILLAH atau GURU di tulis dalam Kitab-Kitab untuk diajarkan atau disampaikan kepada umat.

4. Untuk memberikan gambaran bahwa ILMU MA’RIFATTULLAH itu mudah untuk dipahami dan memberikan KETENANGAN serta KEHORMATAN DIRI jadi tidak akan membuat GILA bagi siapa saja  yang mempelajarinya walaupun diakui cobaannya sangat berat khususnya untuk pemahaman yang mendalam dan pemahaman yang Rahasia dan dirahasiakan.

Rasulullah Saw bersabda:
Tuntutlah ilmu dan belajarlah (untuk ilmu ) ketenangan dan kehormatan diri , dan bersikaplah rendah hati kepada orang yang mengajar kamu. (HR. Ath-Thabrani)
Mengenal Allah Swt adalah sebuah keharusan untuk menyempurnakan TAUHID agar setiap ucapan dan perbuatan menjadi bernilai ibadah dan semua Ibadah yang kita kerjakan berlandaskan  TAUHID sebagai landasan utama semua jenis Ibadah sebagaimana yang di sampaikan oleh Sayidina ALI R.A berkata : 

..." Aku tidak mengabdi pada sesuatu yang tidak aku kenal......."

Dan pernyataan Sayidina ALI R.A tersebut sesuai dengan yang di isyaratkan oleh Allah swt dalam sebuah Hadist Qudsi,yaitu  :

Dari Ali bin Abi Thalib Kwh  : Rasulullah Saw,bersabda : “ Berfirman Allah Ta’Ala  “  :
“ Barang siapa berharap kepada selain AKU berarti tidak mengenalKU,barang siapa tidak menegenal-KU berarti tidak mengabdi kepada KU,barang siapa tidak mengabdi kepada KU maka berarti menjadi wajiblah kemurkaanKU,barang siapa takut kepada selain KU,halal baginya pembalasanKU  “
read more